Langsung ke konten utama

Postingan

Mengenal BVD pada Sapi: Penyakit “Diam” yang Perlu Diwaspadai

Di balik kesehatan ternak sapi yang tampak baik-baik saja, ternyata ada penyakit yang sering luput dari perhatian, yaitu Bovine Viral Diarrhea (BVD) . Penyakit ini tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas, tetapi dampaknya bisa besar terhadap produktivitas dan keberlangsungan usaha peternakan.   Apa Itu BVD? BVD adalah penyakit infeksius pada sapi yang disebabkan oleh virus dari kelompok Pestivirus . Virus ini menyerang berbagai sistem dalam tubuh sapi, mulai dari sistem pencernaan, pernapasan, hingga reproduksi. Menariknya, tidak semua sapi yang terinfeksi menunjukkan tanda sakit. Banyak kasus BVD bersifat subklinis (tidak tampak gejala) , sehingga sering tidak terdeteksi, namun tetap berpotensi menyebarkan virus ke sapi lain.   Bagaimana Penyakit Ini Menyebar? BVD dapat menyebar dengan cukup mudah, terutama melalui: Kontak langsung antar sapi Sekresi tubuh seperti lendir hidung dan air mata Peralatan atau lingkungan yang terkontaminasi Sapi dengan i...
Postingan terbaru

Mari Mengenal Kasus Tuberkulosis pada Sapi

Tuberkulosis (TB) bukan hanya menjadi masalah kesehatan pada manusia, tetapi juga pada hewan, termasuk sapi. Penyakit ini memiliki dampak penting, baik dari sisi kesehatan hewan, ekonomi peternakan, maupun kesehatan masyarakat karena bersifat zoonosis (dapat menular antara hewan dan manusia).   Apa itu Tuberkulosis pada Sapi? Tuberkulosis pada sapi, atau sering disebut bovine tuberculosis , adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium bovis. Bakteri ini termasuk dalam kelompok Mycobacterium tuberculosis complex yang juga mencakup penyebab TB pada manusia. Penyakit ini berkembang secara perlahan (kronis) dan sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Seiring waktu, infeksi dapat menyerang organ-organ penting, terutama paru-paru, kelenjar limfa, dan organ lain. Gejala yang dapat muncul pada sapi antara lain: Penurunan berat badan secara bertahap Nafsu makan menurun Batuk kronis Pembengkakan kelenjar limfa Produksi susu menurun pada ...

Dari Ladang hingga Meja Makan: Peran Instalasi Karantina dalam Menjaga Keamanan Pangan

Tahukah Anda, sebelum makanan asal hewan, ikan, dan tumbuhan sampai ke meja kita, semuanya telah melalui proses pemeriksaan untuk memastikan keamanannya? Di balik itu, ada petugas yang bekerja tanpa banyak terlihat, yaitu petugas karantina dari Badan Karantina Indonesia . Lembaga ini memiliki peran penting dalam melindungi Indonesia dari masuk dan tersebarnya hama serta penyakit, sekaligus menjamin bahwa pangan yang dikonsumsi masyarakat aman dan sehat. Dalam menjalankan tugasnya, Badan Karantina Indonesia didukung oleh berbagai fasilitas, salah satunya adalah instalasi karantina—tempat di mana komoditas diperiksa, diamati, dan diawasi secara ketat sebelum akhirnya dinyatakan layak untuk beredar. Mengapa Pangan Perlu Dikarantina? Setiap hari, ribuan komoditas pangan bergerak dari satu daerah ke daerah lain, bahkan dari luar negeri ke Indonesia. Mulai dari sapi hidup, daging beku, ikan segar, hingga buah dan sayuran. Namun, di balik itu semua, ada risiko yang tidak terlihat: · ...

Pendekatan Feline-Friendly dalam Menangani Kucing di Klinik Hewan

Kucing (Felis catus) merupakan salah satu hewan peliharaan paling populer di dunia, namun tingkat kunjungannya ke klinik hewan masih jauh lebih rendah dibandingkan dengan anjing. Data menunjukkan bahwa 72% kucing hanya berkunjung ke dokter hewan kurang dari satu kali dalam setahun, sementara untuk anjing hanya 42%. Beberapa alasan utama adalah sulitnya membawa kucing ke klinik, reaksi stres kucing saat berada di praktik veteriner, dan cara penanganan kucing yang kadang kurang tepat. Sayangnya, informasi tentang bagaimana membuat kunjungan ke dokter hewan menjadi lebih nyaman bagi kucing, pemilik, maupun tim veteriner masih terbatas. Sejarah hubungan manusia dengan kucing dimulai sekitar 10.000 tahun lalu. Awalnya, relasi ini bersifat mutualisme, di mana kucing membantu manusia mengendalikan populasi tikus pada persediaan pangan, sementara manusia menyediakan sumber makanan yang stabil. Tidak seperti anjing yang mengalami banyak perubahan genetik selama domestikasi, kucing tetap mempe...

Telur Tetas: Menjaga Kehidupan dari Dalam Cangkang

Di balik kulit cangkang yang keras, tersimpan rahasia kehidupan yang menakjubkan. Telur tetas bukan sekadar bahan pangan; ia adalah awal dari perjalanan seekor unggas baru. Bagi peternak, telur tetas adalah modal berharga untuk memastikan keberlanjutan produksi. Sementara bagi peneliti dan pecinta satwa, telur tetas merupakan contoh sempurna bagaimana keteraturan alam dapat berpadu dengan sentuhan teknologi. Telur tetas adalah telur yang telah dibuahi oleh pejantan dan memiliki potensi untuk menetas menjadi anak unggas. Di dalamnya terdapat embrio yang, jika mendapatkan suhu, kelembapan, dan perlakuan yang tepat, akan berkembang hingga memecahkan cangkang. Proses ini dapat terjadi secara alami melalui pengeraman induk, atau secara buatan dengan menggunakan mesin tetas atau inkubator. Namun, tidak semua telur dapat dijadikan telur tetas. Hanya telur yang memenuhi kriteria tertentu yang memiliki peluang menetas tinggi. Telur tetas yang baik berasal dari induk yang sehat dan bebas penyaki...

Mendeteksi Bahaya Tersembunyi: Salmonella spp. pada Telur dan Daging Ayam Lintas Pulau

Salmonelosis merupakan salah satu penyakit zoonotik berbasis makanan ( food-borne disease ) yang paling penting di seluruh dunia. Agen penyebab utamanya, Salmonella spp. , dapat menginfeksi manusia melalui konsumsi produk hewan yang terkontaminasi, terutama telur dan daging ayam. Produk unggas ini dikenal sebagai reservoir utama Salmonella spp. , sehingga menjadi titik kritis dalam upaya pengendalian dan pencegahan penyakit. Penularan Salmonella spp. terjadi sepanjang rantai makanan, mulai dari proses produksi di peternakan, penanganan pasca panen, hingga distribusi, termasuk saat produk dilalulintaskan antar pulau. Ketidakhigienisan selama proses ini meningkatkan risiko kontaminasi, memperbesar peluang penularan kepada konsumen. Dalam sebuah penelitian, dilakukan deteksi Salmonella spp. pada telur ayam konsumsi yang berasal dari empat pengirim berbeda antar pulau. Sebanyak 270 sampel diambil menggunakan metode acak berlapis dan diperiksa dengan metode konvensional. Has...

Meat and Bone Meal (MBM) dari Sapi sebagai Bahan Pakan Unggas: Manfaat, Tantangan, dan Regulasi

  Meat and Bone Meal (MBM)  adalah produk hasil pengolahan limbah hewan, terutama dari bagian-bagian yang tidak dikonsumsi manusia seperti tulang, daging sisa, dan jaringan ikat. Produk ini kaya akan nutrisi, terutama protein , mineral (seperti kalsium dan fosfor), serta  asam amino esensial , sehingga sering digunakan sebagai bahan pakan dalam industri peternakan, termasuk untuk unggas, babi, dan hewan peliharaan. Dalam proses pembuatanya MBM sudah melewati berbagai macam tahapan mulai proses sterilisasi dengan pemanasan bahan baku dengan suhu tinggi untuk membunuh bakteri, virus, dan patogen lainnya. Bahan yang telah disterilisasi dikeringkan untuk mengurangi kadar air. Bahan kering digiling menjadi tepung halus yang siap digunakan sebagai bahan pakan. Dalam proses penggunaannya MBM   tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk risiko penyakit, regulasi ketat, dan kebutuhan akan teknologi deteksi yang canggih.   Manfaat Nutrisi MBM dalam Pakan Ungga...