Perdarahan, baik yang terjadi akibat trauma, prosedur operasi, maupun kondisi patologis lainnya, merupakan salah satu penyebab utama kehilangan darah pada manusia dan hewan. Kehilangan darah ini tidak hanya menurunkan volume sirkulasi, tetapi juga dapat berkembang menjadi kondisi serius seperti anemia dan syok. Dalam praktik klinis, transfusi darah sering menjadi intervensi krusial untuk menyelamatkan pasien. Namun, mengapa transfusi darah begitu penting, dan mengapa terapi cairan saja tidak selalu mampu menggantikan peran darah yang hilang? Kehilangan Darah: Tidak Sekadar Berkurangnya Volume Cairan Secara fisiologis, darah memiliki peran vital tidak hanya sebagai cairan sirkulasi, tetapi juga sebagai media transport oksigen melalui hemoglobin dalam sel darah merah (eritrosit) . Kehilangan darah dalam jumlah besar—lebih dari 20% dari total volume sirkulasi—dapat menyebabkan penurunan perfusi jaringan dan memicu syok hipovolemik. Pada kondisi ini, tubuh mengalami: Penu...
Menjelang Idul Adha , kebutuhan akan hewan kurban seperti sapi, kambing, dan domba meningkat pesat. Di tengah tingginya aktivitas jual beli dan lalu lintas ternak, penting bagi kita untuk tidak hanya fokus pada ketersediaan hewan, tetapi juga memastikan kesehatannya. Salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah Antraks , yang dapat menyerang sapi dan berpotensi berdampak pada kesehatan manusia. Yuk, kenali lebih jauh penyakit ini agar kita bisa lebih waspada dan bijak dalam memilih hewan kurban yang sehat. Mengenal Penyakit Antraks Antraks merupakan penyakit bakteri akut yang umumnya menyerang hewan herbivora seperti sapi, kerbau, atau hewan ruminansia lainnya. Agen penyebabnya adalah bakteri Bacillus anthracis yang merupakan berbentuk batang Gram-positif yang membentuk spora (WOAH, 2023). Penyakit antraks dapat bersifaat zoonosis dan menyerang manusia. Laporan terkait adanya penyakit antraks pada manusia pernah dilaporkan dibeberapa daerah di Indonesia. Hidayatullah et al., ...